Polda Jawa Timur

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan “Online” yang Mencatut Dua PJU Polda Jatim

Surabaya, halllojatimnews – Dua pelaku penipuan dengan modus mencatut nama Pejabat Polda Jatim ditangkap aparat Kepolisian dari Kanit III Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Para pelaku menipu kepada seorang pengusaha tembaga di Kabupaten Gresik, bernama Rianto.

Kedua pelaku penipuan yang  masing-masing berinisial SAA (41) dan HI (28) merupakan warga Bekasi dan Purwakarta Mereka diamankan bersama sejumlah barang bukti Empat buah HP, Satu Kartu ATM BCA, 12 SIM Card, satu kartu ATM BRI dan Uang senilai RP. 1.000.000,-. Para pelaku berhasil diamankan di Gresik.

“Kita amankan mereka lokasi Gresik,  Jadi mereka ini kerja tim dengan peran berbeda-beda,” kata AKP Harianto Rantesalu, Kanit III Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim saat konferensi Pers, Kamis (15/8/19).

Harianto menjelaskan kedua pelaku ditangkap berdasarkan adanya laporan polisi LPB/28/V/SUS/ Jatim di Polda  Jatim terkait penipuan sehingga langsung dilakukan penyelidikan dan berhasil meringkus pelaku di Gresik.

Para pelaku berpura-pura sebagai
Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara; dan Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.

Kanit III Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKP Harianto Rantesalu mengungkapkan, sekitar bulan Mei 2019, SAA melakukan tindak kejahatan pidana penipuan online dengan mengirim pesan via Whatsapp (WA) kepada seorang pengusaha tembaga di Kabupaten Gresik, bernama Rianto.

Saat itu, SAA mengaku sebagai seorang perwira polisi berpangkat Kompol Stevanus. “Sedangkan HI mengaku sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim berpangkat AKBP,” katanya di Mapolda Jatim, Kamis (14/8/2019).

Kepada Rianto, lanjut dia, pelaku menawarkan barang berupa tembaga yang didapatkan dari hasil lelang barang dengan harga Rp50 ribu/kilogram (kg) dengan jumlah barang kurang lebih 5 ton. Total keseIuruhan barang senilai Rp285 juta. Akhirnya Rianto sepakat membeli tembaga tersebut.

“HI yang mengaku sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara menyuruh SAA yang mengaku sebagai Kompol Stevanus mengirim nomor rekening atas nama Stevanus Abraham Antonie kepada Rianto,” imbuhnya.

Korban lalu mentransfer uang sebesar Rp. 47 juta yang dilakukan dua kali transfer. Pertama Rp25 juta dan kedua Rp22 juta. Setelah uang ditransfer oleh korban, SAA mengatakan kepada korban barang akan segera di kirim.

Namun, setelah mendapatkan uang dari transferan korban, handphone pelaku dimatikan dan tidak dapat dihubungi. “Pengusaha yang dihubungi pelaku tersebar mulai dari Yogyakarta, Jatim hingga Papua, dengan cara menghubungi pengusaha yang didapat dari milik bhabinkamtibmas yang didapat dari Internet,” tandas Harianto.

Terhitung ada puluhan korbannya dari Pengusaha Gresik maupun pengusaha lainya diluar wilayah Gresik yang telah diperdaya, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kalau korbanya sebanyak ini, pasti banyak, mungkin nilainya ada ratusan juta Rupiah,” tutupnya.

Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat pasal 28 ayat 1 junto pasal 45 A ayat 1 UU No. 19/2016 atas Perubahan tentang UU No. 11/2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancamam pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Penulis : Pri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi