DaerahHukrimNews

Polres Nganjuk Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Jaringan Lapas

NGANJUK // hallojatimnews – Polres Nganjuk menangkap dua pengedar barang haram jenis sabu jaringan lapas (lembaga pemasyarakatan) Madiun, kedua tersangka berinisial CA (39) dan DDC ( 37) di dua tempat berbeda di kota Nganjuk.

Kedua tersangka ini ditangkap ditempat yang berbeda, untuk pengedar awal, tersangka CA ditangkap pada di Minggu tanggal 01 September 2019 sekira jam 01.30 Wib di tepi jalan di depan PG Lestari termasuk Ds. Lestari Kec. Patianrowo Kab. Nganjuk.

Dari hasil pengembangan Satreskoba Polres Nganjuk mengamankan tersangka DDC tertangkap pada Minggu tanggal 01 September 2019 sekira jam 06.30 Wib di dalam rumah termasuk Desa Nglaban Kec. Loceret KAb. Nganjuk.

Menurut Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta S.I.K.,M.H, didampingi,
Kasubbag Humas polres nganjuk saat konferensi pers Jum’at (6/9/19) mengatakan, pihaknya menemukan sabu siap edar sebanyak 52,88 (lima dua koma delapan delapan) Gram total keselurahan dengan kualitas baik.

Dewa mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari Resmob Satreskoba Polres Nganjuk berhasil melakukan penangkapan terhadap CA di Dusun. Banar Desa Katerban Kec. Baron Kab. Nganjuk. dengan barang bukti 1 plastik klip shabu ditimbang beserta pembungkusnya berat kotor 0,41 (nol koma empat satu) gram.1 plastik klip shabu ditimbang beserta pembungkusnya berat kotor 0,14 (nol koma satu empat) gram.1 buah pipet kaca yang masih ada sisa shabunya berat kotor 1,35 (satu koma tiga lima) gram.1 HP merk VIVO warna putih gold dan Seperangkat alat hisap shabu (bong),1 unit kendaraan R4 jenis Suzuki Ertiga No. Pol : B 1481 KOL warna merah metalik,” ujar Dewa di Mapolres Nganjuk, Jum’at.

Di rumahnya, CA menyimpan 1,35 (satu koma tiga lima) gram.

“Barang haram ini dimasukan ke dalam mobil tersangka, dari pengakuan TSK membeli Shabu tersebut dari Sdr. DDC, warga Dusun Wonoasri Kec. Grogol Kab. Kediri,” lanjut Dewa.

Menurut kedua tersangka, mereka mendapatkan narkoba dari salah seorang pelaku yang berada di lapas madiun, ” lanjut Dewa.

Kedua Tersangka DDC dan CA dijerat Tanpa Hak melawan hukum menyerahkan menjadi perantara dalam jual beli, menjual, membeli, memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana dimkasud dalam pasal Pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. ( Pri )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi