HukrimNasionalNews

Diduga Artis Figure, Ternyata PA tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia

SURABAYA || HALLOJATIMNEWS – Unit V Perjudian Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jawa Timur memberikan pernyataan kepada awak media terkait beredarnya pemberitaan Dugaan Kasus prostitusi online yang melibatkan Artis Putri Pariwisata 2016, nyatanya tidak benar.

Dalam pernyataanya, PA menyatakan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada sahabat, kerabat dan teman-temannya semuanya termasuk kepada keluarganya.

“Karena beritanya sangat tersebar, yang ingin di sampaikan adalah saya melihat beberapa dari beberapa viral pemberitaan yang tidak sesuai dari siapa saya,” kata PA.Minggu ( 27/10/19).

Direktur Reskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela dan Kanit AKP Aldy S menghadirkan PA yang diduga terlibat prostitusi

“Saya melihat disitu PA adalah Putri Indonesia, itu sangat tidak dibenarkan, karena saya tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia, bahkan saya tidak pernah mengikuti bagian dari Putri Indonesia,” ungkpanya.

PA juga menjelaskan jika dirinya sejak beberapa tahun ini sudah bukan bekerja sebagai pelaku pelecehan. “Saya bekerja sewajarnya, saya bekerja di beberapa perusahaan, juga mempunyai proyek bisnis, juga freelance,” imbuhnya.

PA juga memohon agar tidak membawa-bawa nama Putri Indonesia terkait kasus tersebut, karena dirinya merasa tidak pernah ikut ajang itu.

Diberitakan sebelumnya, Unit V Perjudian Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jawa Timur membongkar praktik prostitusi yang diduga melibatkan artis itu dari sebuah kamar hotel di Kota Batu pada Jum’at (25/10/2019) pukul 19.00 WIB.

Dalam penggrebekan tersebut, petugas mengamankan dua orang di antaranya berinsial J dan AH adalah laki-laki dan satu orang lainnya adalah perempuan berinsial PA diduga merupakan Artis duta Pariwisata Indonesia 2016.

Satu orang pria bertindak sebagai pemesan, dan satu pria lainnya bertindak sebagai yang penyedia layanan atau pihak yang mendatangkan.

Sementara perempuan adalah pihak yang didatangkan.“Yang jelas saat kami lakukan upaya paksa memang didapati satu pasang melakukan hubungan badan,” kata
Direktur Reskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan.
Reporter : Cak Pri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi