HukrimNasionalNewsPolresatabes

Satu Pencuri dan Dua Penadah Berhasil Diringkus Jatanras Polrestabes Surabaya

SURABAYA || HALLOJATIMNEWS – Tiga Pelaku spesialis pencurian tempat perkantoran dan Penadah ditangkap Jatanras Polrestabes Surabaya, setelah ketahuan Melakukan pencurian di tempat Perkantoran yang tidak Ada penjaganya dengan berpura – pura sebagai karyawan. Tiga pelaku ini diduga menjadi penadah atau pelaku pencurian.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha S.I.K saat gelar pers Conference mengatakan, penangkapan tiga pelaku Berinsial AP ( 37), tersangka Utama, S (44) dan GSS ( 50).
itu berawal saat Jatanras Polrestabes Surabaya menghentikan pelaku di tempat Kejadian perkara, pekan lalu saat barang hasil curian Ada dipenadah hasil tindak kriminal.

“Setelah dicek, ternyata benar barang – barang tersebut adalah hasil kejahatan pencurian barang – barang kantor yang terjadi di pos kantor Menwa Komplek unesa Jalan lidah we tan surabaya. tersebut adalah Tas ranse

Barang bukti yang telah diamankan Polisi

l berisikan ATM BNI, ATM Mandiri, ATM Bank Jatim, KTP, SIM C, STNK dan uang sebesar Rp. 7.000.000,” kata Giadi, Jum’at (8/11/2019).

Mulanya, kata Giadi, tersangka mengaku mendapatkan Barang – barang tersebut dari hasil pemcurian tersangka utama AP saat ia berada di krembangan.

Namun, petugas tak langsung mempercayai pengakuan dari tersangka. Tim unit jatanras pun langsung diberangkatkan ke rumah tersangka untuk mencari bukti-bukti lain.

“Setelah dicek, ternyata benar barang – barang berharga tersebut adalah hasil kejahatan pencurian yang terjadi di tiga tempat Kejadian perkara diantaranya di kantor UPTD Dispenda surabaya Jalan bumi indah sambikerep surabaya, pos kantor Menwa Komplek unesa Jalan lidah we tan surabaya dan UKM Sofbal / Basebal Unesa Jalan lidah wetan surabaya,” kata Giadi, Jum’at (8/11/2019).

Benar saja, di rumah pelaku polisi menemukan barang – barang hasil curian tersangka utama AP Ada tas ransel warna Hiram berisikan gelang emas 18 gram, tas ransel warna Buru berisikan uang sebesar RP. 10 juta, tas jinjing berisikan uang sebesar Rp. 10 juta dan Dua Hanphone, tas ransel warna Hiram berisikan uang sebesar Rp. 1.500.000 dan satu handphone, tas slempang berisikan uang sebesar Rp. 1.500.000 dan satu laptop Merk thosiba, sehingga ada kemungkinan gadai hanya alasan dari pelaku untuk meloloskan diri dari ancaman pidana.

“Kuat dugaan Pelaku S (44) dan GSS ( 50) tersebut adalah seorang penadah Barang curian tersebut. Namun demikian, Jatanras masih mendalami kasus ini, apakah penadah tersebut memiliki keterkaitan dengan pelaku utama kriminal di wilayah Surabaya atau tidak,” ungkap Giadi.

Giadi mengimbau kepada masyarakat Surabaya agar tidak bangga menjadi bagian dari pelaku kejahatan.

Apapun alasannya, membeli barang hasil curian sama dengan bagian dari pelaku kejahatan. Karena membeli barang hasil curian sama dengan menyuburkan aksi kriminal.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP Jo Pasal 480 KUHP.

Reporter : Mas AB

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi