Polda Jawa Timur

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim Amankan Tiga Pelaku Perdagangan Lobster Ilegal

SURABAYA || HALLOJATIMNEWS – Unit IV Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Polda Jatim berhasil menangkap 3 (tiga) orang pelaku kasus penanganan tindak pidana perikanan berupa perdagangan benih Lobster (benur) Ilegal tanpa SIUP (surat izin usaha perdagangan) yang akan di jual ke daerah lain.

Adapun tersangka yang pertama diamankan yakni inisial DPK alias WWN, asal Trenggalek, beserta dua pelaku lainya berinisial AHP alias AGT dan NW alias WJL asal Pacitan di jalan tol Madiun Ngawi KM 579, pada sabtu (30/10/19)

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Pol Gidion Arief Styawan, S.H., S.I.K., M.H didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol F. Barung Mangera, S.I.K mengatakan, bahwa telah ditemukan dugaan adanya penangkapan benur secara ilegal, dengan tersangka inisial DPK alias WWN yang merupakan residivis tindak pidana perikanan (penjualan benih Lobster).

Tersangka beroperasi sejak bulan Agustus dimana setiap bulannya melakukan rata-rata 4 (empat) kali pengiriman, dimana pada
Pengiriman di Bulan November melakukan sebanyak 4 (empat) kali pengiriman total 20.000 (dua puluh ribu) ribu ekor benih Lobster.

“Ketiga tersangka kita tangkap karena tidak memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dalam usaha penjualan benur benih Lobster,” ujar Direktur Ditreskrimsus Kombes Pol Pol Gidion Arief Styawan, S.H., S.I.K., M.H saat gelar konferensi pers di Polda Jatim pada senin, (2/12/19).

Modus para pelaku menampung benih Lobster yang di kumpulkan terlebih dahulu dikolam penangkaran, lalu benih Lobster di kemas khusus untuk persiapan proses pengiriman yang menggunakan kendaraan dengan tujuan wilayah Jawa Barat, yang rencananya akan di ekspor ke luar negeri.

Menurut pengakuan Tersangka beroperasi sejak bulan Agustus dan november dimana setiap bulannya melakukan rata-rata 4 (empat) kali pengiriman total 20.000 (dua puluh ribu) ribu ekor benih Lobster.

Ia menjelaskan, dari tangan ketiga tersangka  petugas mengamankan barang bukti  total keseluruhan ada
10.278 ekor terdiri dari 7.300 ekor benih lobster jenis Pasir dan 2.978 ekor benih lobster jenis mutiara serta ditaksir senilai Rp. 1,5 milyard.

“Dari hasil kejahatan, tersangka bisa mendapat Total keuntungan sindikat ini mencapai milyaran rupiah, berdasarkan harga pasaran benih Lobster di luar negeri jenis Pasir Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan jenis mutiara Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah), Sedangkan menurut perhitungan Balai Karantina Ikan, negara bisa dirugikan mencapai miliaran,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam Pasal 86 ayat (1) jo Pasal 12 ayat (1) dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Pasal 26 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama maksimal 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar,” pungkasnya.

Dikatakan Gidion, lobster yang diperbolehkan diambil adalah yang berukuran di atas 200 gram atau berusia kisaran 1,5 tahun. “Di bawah itu dilarang,” paparnya.

“Bibit lobster hasil sitaan diserahkan kepada Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jawa timur untuk diselamatkan dan Rencana nanti benur ini kita akan kembalikan ke karantina dan selanjutnya dari karantina akan dikembalikan ke habitatnya,”tandasnya

Pewarta : Cak Hand.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi