DaerahNasionalNews

Bangun Perekonomian di era Digital, Lumpang targetkan 1 Juta User di awal tahun 2020

SIDOARJO || HALLOJATIMNEWS – Sebuah perusahaan bisnis aplikator yang bisa dikatakan masih baru, LUMPANG (lumbung Pangan), menggelar giat sosialisasi bersama puluhan user di rumah makan C’bezt  friedchiken, Jl. Mojopahit no. 448 , Mergelo, Kranggan, Kec Prajurit Kulon , Mojokerto , senin (30/12/2019 ) pukul 11.00 Wib.

Kegiatan yang bertajuk, “Membangun Ekonomi Kerakyatan Di Era Digital” dan didukung oleh Dinas Perdagangan kota Mojokerto, BPM, BTSP, Koperasi MAM, Ceck Aja dan BE travel umroh & haji berjalan lancar dan sukses.

Pertemuan perdana yang digelar pada hari ini dihadiri Vice Presiden Lumpang Bpk. Muhammad Asman, Manager Area Mojokerto Supriyadi, dan dari pihak Manajemen Siti Arifah.

Ditengah sambutannnya Asman selaku Vice Presiden Lumpang memaparkan, Bisnis Aplikator ini didirikan oleh 7 Orang dengan modal swadaya.

“Awal mulanya lumpang ini didirikan hanya tujuh orang yang semuanya dari lombok (NTB), dari Heri alfian selaku CEO tercetuslah sebuah konsep bisnis tersebut, yang kemudian dijalankan dan mulai dikembangkan tujuh orang hingga sekarang.” paparnya.

Masih dikatakan Asman, dalam proses pengembangan bisnis ini tak mudah, disamping terbentur masalah modal, dan yang pasti ada hal yang lain yang perlu dikondisikan.

“Dua tahun sempat mengalami jatuh, yang dikarenakan DOA (dana operasional awal), sebab semuanya dimulai dari swadaya pribadi dari team. Visi dan misinya di awal untuk pembentukan atau untuk mendirikan bisnis ini dikarenakan kita lihat kondisi masyarakat lagi minim. Dan bagaimana mengubah pengeluaran menjadi pemasukan.” tegasnya.

Setelah mengalami proses yang panjang, Lumpang sendiri ternyata berkembang cepat dan disambut baik oleh daerah khususnya di batam, aceh, sumatera dan kini bali hingga ke jawa.

“Bagaimana caranya kita bisa melebarkan sayap ke jatim , kita bisa bayangkan jatim saja ada 38 kabupaten itu sudah bisa membangun perekonomian rakyat. Target kami awal tahun 2020 Lumpang akan memiliki setidaknya 1 juta user.” tukas Asman.

Berdasarkan info yang dihimpun oleh awak media, perkembangan Lumpang dari tahun 2017 awal berdirinya sampai 2019 akhir, lumpang sudah mempunyai user sebanyak 200.000 sebagai pengguna diseluruh Indonesia.

Dan tentunya user ini terus dibina bahkan diadakan sosialisasi disetiap daerah di Jawa timur dan seluruh desa/kota di indonesia, untuk terus mengembangkan & mensosialisasikan Lumpang.

Sementara itu, Respect baik dari pihak instansi terutama dari gubernur jatim Ibu Khofifah justru meminta dari Lumpang untuk presentasi dan terus mengembangkan sistem bisnis seperti itu ke semua kalangan masyarakat.

Pada tahun 2020 Lumpang menargetkan agar setiap daerah harus bisa menguasai strategi untuk bisa mengembangkan & mengenalkan sistem & bisnis ini keseluruh masyarakat di Jawa Timur khususnya. @(deft)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Kontak Redaksi