News

Diduga Dua Oknum TNI AL Intimidasi Warga Tenggumung Wetan

SURABAYA, HALLOJATIMNEWS.com – Intimidasi kembali terjadi menimpa masyarakat kecil seperti dilakukan oleh dua oknum anggota POMAL (Polisi Militer) TNI AL Batu Poron terhadap keluarga korban ibu H.Siti husniah bertempat di jalan tenggumung wetan depan koramil, Berawal dari permasalahan sengketa tanah keluarga.

“Namun sangat disayangkan permasalahan sengketa tanah keluarga tersebut, melibatkan dua oknum anggota polisi militer TNI AL Batu poron insial M dan A yang turut andil,sehingga pemilik tanah merasa terintimidasi oleh dua oknum tersebut,Taufik mahmud SH.selaku lowyer dari pada ibu H.Siti husniah langsung menindak lanjuti dan melaporkan dua oknum tersebut,ke kesatuan polisi militer lantamal V. Sabtu (1 February 2020).

Kepada awak media Hallojatim Taufik SH menuturkan, allhamdulillah laporan tersebut langsung ditindak lanjuti dan langsung di proses oleh komandan polisi militer lantamal V, memang sudah dilakukan mediasi terkait laporan tersebut,namun sangat disayangkan pada saat proses mediasi tidak dilakukan secara transparan, atau terbuka.

” Kemungkinan rencana pada hari rabu tanggal 05 february 2020 kasus ini akan dimediasi kembali oleh komandan polisi militer lantamal V dan kami berharap kepada presiden dan panglima TNI agar merevisi undang undang secara transparan,agar masyarakat tidak perlu takut lagi untuk melaporkan dengan tindakan – tindakan oknum TNI yang sering mengintimidasi masyarakat, ” pungkas Taufik md SH.

Ibu Siti husniah selaku pemilik tanah berharap masalah pribadi sengketa keluarga tersebut jangan melibatkan oknum polisi militer TNI AL yang ikut andil dalam masalahnya,karena dengan intimidasi dari dua oknum anggota Polisi militer TNI AL, keluarga ibu Hj.Siti husniah mengatakan kepada media ini bahwa intimidasi ini sudah beberapa kali dilakukan dan memang sangat merasa terganggu dan tidak nyaman ujarnya.(@Samsul).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Kontak Redaksi