Polda Jawa Timur

Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Sekda Propinsi Bubarkan Kerumunan Sesuai Maklumat Kapolri

SURABAYA, HALLOJATIMNEWS.com || Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si bersama dengan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetija Boedi, Sekda Propinsi Jatim  Heru Tjahjono telah membubarkan kerumunan massa di Kopi Rolag Jl. Prapanca Surabaya, Sentra Pujasera Rusun Jl. Urip Sumoharjo Surabaya dan Taman Bungkul Jl. Darmo Surabaya. Senin (23/3/2020).

Pembubaran kerumunan massa ini menindak lanjuti Maklumat Kapolri guna mencegah berkembangnya Covid – 19 dan meminimalisir bertambahnya korban serta menghimbau masyarakat segera kembali ke rumah masing – masing.Setelah masyarakat meninggalkan tempat, kemudian dilakukan penyemprotan cairan desinfektan terhadap tempat dimaksud.

Luki menuturkan bagi masyarakat yang tidak mengikuti perintah pembubaran massa bakal dikenakan sanksi pidana.

“Kami menindak secara hukum sesuai Pasal 212, 216, dan 218 KUHP,” ucap Luki.

Malam ini Polda Jatim bersama TNI bakal memantau situasi di seluruh wilayah Jawa Timur. Polda akan membubarkan setiap kerumunan massa yang ditemui. Sasaran utama kegiatan ini adalah tempat hiburan atau kafe yang biasa digunakan untuk nongkrong.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, seluruh kekuatan personel dikerahkan untuk membubarkan setiap keramaian. Hal ini telah disampaikan melalui video conference dengan seluruh Kapolres se-Jatim, yang juga disakikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi.

“Masyarakat diimbau untuk di rumah saja. Hal ini demi menghindari penularan wabah corona,” katanya di kerumunan massa di Kopi Rolag Jl. Prapanca Surabaya, Senin (23/3/2020) malam.

Irjen Pol Drs. Luki Hermawan M.si
menjelaskan, langkah Polda Jatim tersebut merupakan tindak lanjut dari maklumat Kapolri. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona. Warga yang tetap menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang atau mengundang kerumunan massa, bisa dipidana dengan Pasal 212, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

Untuk pemberlakuan jam malam batasnya belum bisa ditentukan,
Luki mengaku belum sampai ke sana. “Kita tetap melakukan imbauan pembubaran lebih masif dan lebih tegas. Kita akan keliling sampai di kampung – kampung. Kita akan aktifkan poskamling dan semua perangkat hingga level terbawah,” pungkas Luki.

Reporter : Cak Hand.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Kontak Redaksi