Breaking NewsHukrimNasionalNewsPolres Tanjung Perak

Hasil Rapid tes Covid-19 di Sulap, 3 Karyawan Travel Diamankan Polisi

SURABAYA || HALLOJATIM – Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak gelar konferensi Pers ungkap kasus pemalsuan surat keterangan rapid tes di salah satu kantor travel Jalan Kalimas Baru Surabaya. Selasa (15/12/2020), sekitar pukul 12:00 Wib.

Sedikitnya ada 3 tersangka sudah diamankan oleh petugas. Sebelumnya, penyidik Polres Pelabuhan Tajung Perak sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 3 Saksi yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni : kepala Puskesmas, karyawan Puskesmas, pelayanan PELNI, Dan sudah mengirim SPDP ke JPU.

Diketahui, ke 3 tersangka ini diduga kuat telah melakukan tindakan pemalsuan data hasil rapid tes tentang UU darurat kesehatan yang mana pemerintah beserta instansi terkait berupaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 yang sedang melanda.

Ke 3 tersangka ini, masing-masing berinisial. MR (55), BS (35) dan SH (46). Sedangkan dari 3 tersangka tersebut mempunyai peran yang berbeda-beda.

Kepada awak media, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., menjelaskan, kronologis kejadian ini, berawal saat tersangka S, mendapat pesanan tiket dari calon penumpang kapal yang diteruskan ke tersangka R, yang juga bekerja sebagai Travel penjual tiket.

”Kemudian tersangka R, langsung menawarkan jasa pembuatan surat rapit tes. Lalu tersangka R meminta para penumpang menyerahkan KTP nya untuk data pembuatan surat hasil rapid tes covid-19” terang Ganis saat Konferensi Pers. Senin (21/12/2020) siang.

Selanjutnya, KTP tersebut dikirim ke tersangka B, yang merupakan perawat Puskesmas yang ada di wilayah Tanjung Perak Surabaya. Bermodal dengan data KTP tersebut di buatkanlah surat keterangan rapit tes dengan hasil yang negatif tanpa melalui Protap Covid yaitu, tidak dilakukan pengambilan darah (tidak sesuai SOP).

Masih kata Ganis, Karena dirasa mudah membuat surat keterangan rapit tes tersebut dan sudah ada contoh format surat keterangan rapit dari tersangka B, disitulah timbul pikiran untuk memalsukannya.

“Lalu, tersangka R memalsukan surat keterangan rapit tes di tempat kerjanya untuk calon penumpang lainnya dengan biaya sebesar Rp. 85.000.,” tegas Ganis dihadapan para awak media.

Adapun barang bukti yang telah disita Polisi berupa, 1 buah laptop compaq setengah krim kertas HVS putih, 1 buah Stempel, 1 buah Printer merk cannnon setengah pack amplop , 10 lemar hasil rapit tes, 1 buah Hp samsung S7 edge, 1 buah Hp samsung warna putih, 1 buah Hp blaupunkt warna putih, 1 buah Hp samsung warna hitam, 1 buah Hp samsung J2 prime dan Uang tunai sebesar Rp. 5.790.000.

Ganis menambahkan, “ke 3 tersangka dapat dijerat dengan Pasal sebagaimana yang dimaksud Pasal : 263 ayat (1) KUHPidana. Tentang Pemalsuan data negara.* tutupnya. @im

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi