HukrimNasionalNewsPolres Tanjung Perak

Bawa Senpi, Pria asal Jawa Tengah di amankan Polres Tanjung Perak Surabaya

SURABAYA || HALLOJATIMNEWS – Akibat kedapatan membawa Senpi (Senjata Api) Jenis Pistol Model Gun PB-915 9X19 MM made BY PB CORP, dari Taiwan, Seorang TKW diamankan Unit Reskrim Polres pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pria bernama Waluyo (42) th, ini dijemput petugas di rumahnya tepatnya di Desa Kumpulsari Kecamatan Ngombol Purworejo, Jawa Tengah.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP A. Agus Rahmanto mengatakan, dalam penangkapan tersangka ini bermula ketika Waluyo bekerja sebagai TKI di Negara Taiwan dan ditempatkan di pengelolahan sampah.

AKBP A. Agus Rahmanto pamerkan tersangka bersama barang buktinya dihadapan para awak media

“Pengakuannya, saat pelaku bekerja di pengelolahan sampah tanpa sengaja menemukan Senjata Api Jenis Pistol,” Kata Agus Rahmanto, Selasa (22/10/2019).

Lajut Agus, usai menyimpan dan merawat temuannya, pelaku ini mengirimkan barang paket sebanyak 3 (tiga) koli menggunakan perusahaan jasa kirim lewat PT. Express dan di salah satu kolinya dimasukan barang berupa 1 unit Pistol asli tanpa Magazine.

“Senjata api itu tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang dimasukkan di dalam bercampur dengan barang-barang lain seperti speaker, amplifier, baju, kaos, celana, helm dan barang-barang lain yang di kirim dari Taiwan tujuan ke Indonesia,” ungkap perwira dengan dengan dua melati dipundaknya.

Barang Bukti milik tersangka yang sudah diamankan oleh petugas

Dengan adanya pengiriman paket barang dari luar negeri itu diduga membawa senjata api. Kemudian pihak Bea Cukai dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerja sama untuk melakukan penyelidikan dan menangkap terhadap pelaku yang mengirim senjata api dikediamanya.

Sementara dari pengakuan pelaku, pistol yang dimiliki itu ditemukan diarea pengelolaan sampah. Tersangka pulang ke Indonesia lantaran kontrak kerjanya habis, ia juga berencana untuk menikahi gadis pujaannya di Indonesia.

Disamping itu, Palaku juga mengatakan ketika menemukan pistol, dirinya belum mengetahui secara pasti jika barang tersebut asli. “Saya kirim ke Indonesia mau buat koleksi saja, dan baru sekali ini,” akunya Waluyo kepada penyidik. @spd

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Kontak Redaksi