EkbisNasional

Ditjen IKMA, Langkah Nyata IKM Revolusi Industri 4.O

SURABAYA | Hallo Jatim – Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui teknologi digital. Membantu bisnis ekonomi bermanfaat bagi masyarakat, IKM Nasional berperan pada penerapan revolusi industri keempat, seperti terlibat di e-commerce yang di implementasikan dalam e-Smart IKM. Dengan teknologi 4.0 menumbuhkan perekonomian bangsa Indonesia.

Kegiatan Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Berada di Dyandra Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Sabtu malam (30/03/2019)

Adapun acara yang dihadiri 1000 IKM dari seluruh Jawa Timur ini diikuti oleh 8 market place besar di Indonesia, 3 logistik, 3 perbankan, 2 Financial Technology, dan 4 Information Technology yang salah satunya RUANG Guru.

Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gati Wibawaningsih mengatakan; dengan tema “IKM Go Digital” acara e-Smart IKM 2019 yang dilaksanakan di kota Surabaya ini adalah rangkaian ketiga setelah sebelumnya sukses di laksanakan di kota Semarang dan kota Bogor.

“Ini adalah langkah nyata Kementrian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jendral Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) untuk mempersiapkan industri kecil dan menengah (IKM) menuju revolusi industri 4.0,” jelasnya

Masih dengan Gati, acara ini dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop. Kami berharap program ini akan menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital guna meningkatkan daya saingnya.

” Selain itu, acara ini juga didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur dan Dinas yang membidangi sektor Industri Kabupaten / Kota se-Jatim. Kolaborasi ini merupakan kekuatan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia, kita harus bergerak bersama,” tambahnya.

Gati menyakini, revolusi industri 0.4 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 mencapai 5,17persen, tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi ini tentunya didukung oleh pertumbuhan sektor industri. Sementara itu kontribusi industri pengolahan non-migas terhadap PDB nasional tahun 2018 sebesar 17,63persen.”jelasnya.

Gati menjelaskan, sektor industri tersebut termasuk juga di dalamnya adalah industri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan tulang punggung dari perekonomian nasional.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha Industri. Sektor Industri Mikro, Kecil, dan Menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau menyerap sektor 65 persen tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.

“Melalui program e-smart, sektor Industri IKM diharapkan tidak akan ketinggalan dalam tren transaksi online didalam situs jual beli, dan akan semakin banyak produk-produk IKM yang kompetitif” ungkapnya.

Kementrian Perindustrian juga telah mempersiapkan 10 strategi dalan menyongsong Industri 4.0, yaitu penguatan rantai pasok, pembangunan kawasan industri, tujuan pembangunan yang berkelanjutan, penguatan sektor industri kecil dan menengah.

Selain itu, pembangunan dan penguatan infrastruktur digital, innovation ecoststem, pembangunan sumber daya manusia, kebijakan yang berpihak pada sektor industri dan peningkatan nilai investasi.

“Hingga tahun 2019, ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta untuk ikut dalam program ini,” ungkap Gati.

Kemenperin mencatat, hingga akhir 2018, Workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp 2,37 miliar.

Berdasarkan sektor, industri makanan dan minuman mendominasi hingga 31,87 persen dari total transaksi di e-Smart IKM, kemudian disusul sektor industri logam sebesar 29,10 persen , dan industri fashion sebesar 25,87 persen. @AD1

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Kontak Redaksi